Sabtu, 04 September 2010

Mengapa daging babi diharamkan oleh Tuhan ??

WABAH VIRUS PENYAKIT FLU BABI, SATU BUKTI KENAPA TUHAN MENGHARAMKAN MANUSIA MAKAN DAGING BABI

Sudah menjadi pemahaman yang umum dari dulu sampai sekarang bahwa pengharaman makan daging babi dasar yg nampak adalah adanya cacing pita berbahaya bagi kesehatan manusia yg memakannya. Dasar pemahaman ilmiah seperti itu sekarang berkurang bahkan sudah tidak ada. Alasannya babi sekarang diternak dalam peternakan modern, kebersihan yang terjamin, & di"manage" secara steril. Maka tidaklah mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita, bakteri atau mikroba.

Keterangan akan jaminan "keamanan" diatas, saat ini diberi "efek terkejut" dengan adanya peristiwa merebaknya wabah penyakit virus flu babi (flu Meksiko) yg telah menjangkiti ribuan manusia & menimbulkan kepanikan dunia. Sumber yg dirilis WHO sampai awal Juni 2009 sudah 143 orang meninggal di seluruh dunia, serta ribuan orang lainnya telah terjangkiti & kebanyakan dari Meksiko. Sudah 73 negara menyatakan telah terjangkit virus flu babi. Masyarakat dunia panik & WHO menyatakan hati-hati terhadap wabah ini dengan status "siaga 13".

Masyarakat non Islam yg selama ini "gemar" mengkonsumsi daging babi, saat ini seakan pada "demam" menjauhi daging babi. Peternakan babi jadi sorotan & harus ekstra hati-hati dalam pengelolaan, begitu pula para rumah makan & restoran.
Padahal sejak awal "Sang Maha Pencipta" telah menyatakan akan haramnya makan daging babi. Perlu diketahui bahwa berdasar penelitian ilmiah babi adalah termasuk hewan yg mengandung segala macam jenis penyakit. Di dalam dagingnya mengandung benih-benih cacing pita & "trachenea lolipia", cacing ini akan pindah ke manusia yg memakannya. Dan perlu diingat bahwa sampai saat ini generasi babi manapun belum terbebaskan dari cacing-cacing ini, karena sifat hidup babi adalah kotor & menjijikkan. Dan wabah penyakit virus flu babi ini adalah satu dari sekian bukti peringatan Tuhan untuk senantiasa menjauhi & meninggalkan mahluk yg bernama "Babi".

Fakta Tentang Babi :
  1. Hewan yg rakusnya dalam makan tidak tertandingi oleh hewan lain. Meski perutnya penuh & makanan telah habis, ia akan memuntahkannya & muntahannya dimakan lagi, begitu seterusnya guna memuaskan sifat rakusnya.
  2. Apa saja yg dihadapannya bisa dimakan. Entah makanan, tumbuhan, sampah, segala yg busuk, segala kotoran, baik kotoran manusia atau kotoran hewan bahkan kotorannya sendiri dimakan habis tak bersisa.
  3. Ia mengencingi makanan & kotoran yg berada dihadapannya, kemudian memakannya & memakannya lagi.
  4. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yg doyan makan tanah dalam jumlah banyak & dalam waktu yg lama bila dibiarkan.
  5. Dalam hal seksualitas, babi jantan membiarkan babi jantan lainnya mengawini babi betina pasangannya & justru membantu babi jantan lainnya melepas seksnya kepada betina pasangannya, tanpa cemburu, marah-marah & tidak menjaga betinanya dengan harga diri, sebagaimana binatang yg lain.
  6. Manusia yg memakan daging babi, kulitnya akan mengeluarkan bau yg tidak sedap.
  7. "Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon". Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ÂșC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).
  8. Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.
Sekitar th 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit "cacing pita" merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar "1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter", dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan : "Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya." Melihat tayangan di salah satu TV swasta kemarin sore, seorang profesor dari IPB (lupa namanya) telah meneliti struktur DNA babi. Sesuatu yang mengejutkan ternyata, struktur gen babi itu mirip dengan struktur gen manusia. Jadi dapat dikatakan gen babi = gen manusia, jadi sama dengan kita memakan daging manusia (=kanibal), subhanallah. Jadi ada betulnya artikel tadi mengatakan kalau kita memakan babi bukan tidak mungkin karakter babi menempel pada kita, tidak pada kita, bisa jadi pada keturunan kita ! wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar